KUALITAS AIR PADA PROSES PENCUCIAN DI LAUNDRY RUMAH SAKIT DAN HOTEL

KUALITAS AIR PADA PROSES PENCUCIAN DI LAUNDRY RUMAH SAKIT DAN HOTEL

Air yang digunakan untuk mencuci mempunyai standart air yang bersih berdasarkan Permenkes No. 416 Tahung 1992 dan standart khusus bahan kimia dengan penekanan tidak adanya  :

 

  1. Harness – Garam ( Calium – Carbonate dan Chloride )

Standart baku mutu : 0 – 990 ppm

 

Tingginya konsentrasi garam dalam air menghambat kerja bahan kimia pencuci sehingga proses pencucian tidak bekerja sebagaimana mestinya. Garam akan mengubah warna linen putih menjadi keabu – abuan dan linen warna akan cepat pudar. Mesin cuci akan berkerak ( Scale Forming ) sehingga dapat menghambat saluran – saluran air.

 

  1. Iron ( Fe ) – Besi

Standart baku mutu : 0 – 0,1 ppm

 

Kandungan zat besi pada air mempengaruhi konsentrasi bahan kimia dan proses pencucian. Linen putih akan menjadi kekuning – kuningan dan linen warna akan cepat pudar, selain itu mesin cuci akan berkarat.

 

Kedua polutan tersebut ( haeness dan besi ) dapat merusak linen, maka harus dilakukan proses pengontrolan pH dan suhu air yang dialirkan ke seluruh ruangan maupun instalasi untuk dinetralkan. Serta setian satu bulan sekali dilakukan pengetesan kandungan air dari berbagai zat, sehingga kualitas air untuk pencucian di instalasi laundry sudah sesuai standart dan dilakukan penetralan air.

Download artikelnya disini kualitas-air-pada-proses-pencucian-di-laundry-rumah-sakit-dan-hotel

SEMOGA BERMANFAAT

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *